PENERAPAN ANALISIS NILAI PADA DIVERSIFIKASI KEMASAN PRODUK SARI APEL

apel  Tagged , No Comments »

Imam Prasetya Sakti, E. F. Sri Maryani Santoso dan Nur Hidayat

ABSTRAK, 2006

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kemasan baru dalam bentuk botol yang sesuai dengan selera konsumen dan mendapatkan alternatif terbaik pada pembuatan kemasan baru produk Sari Apel “Bagus”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis nilai yang meliputi tahap informasi, kreatif, analisa, pengembangan dan tahap presentasi.
Pada penelitian ini diusulkan empat alternatif pilihan yaitu [A1 = kemasan botol 380 ml (warna biru dan biru tua), B1 = kemasan botol 380 ml (warna biru muda, merah dan biru), A2 = kemasan botol 420 ml (warna biru dan biru tua), dan B2 = kemasan botol 420 ml (warna biru muda, merah dan biru)]. Hasil dari metode analisis nilai yang diterapkan didapatkan alternatif terbaik yaitu alternatif pilihan (B1 dan B2) bernilai 1,176 dan 1,093; mempunyai performansi 136,367 dan 142,686; dengan biaya produksi sebesar Rp43.440.000,- dan Rp48.900.000/tahun.

Kata Kunci (Key Word): Analisis Nilai

Pemanfaatan LimbahIndustri kripik Apel Untuk Produksi Cuka Apel

apel, cuka, limbah  Tagged , , No Comments »

Nur Hidayat, Sri maryani dan Gunomo Djojowasito
Laporan RUK Tahun 2004

Pendirian industri berwawsan lingkungan merupakan salah satu alternatif yang harus dilakukan untuk mengurangi biaya operasional dengan cara memanfaatkan limbah yang dihasilkan sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.
PT Agrijaya Indotirta Malang adalah industri yang bergerak dalam bidang pengolahan sayuran dan buah antara lain pisang, apel, nanas. Pengolahan apel menjadi kripik menghasilakn limbah sebesar 2 ton ber hari berupa kulit apel dan bonggolnya. Kulit buah tersebut dibuang atau diambil oleh peternak disekitar untuk makanan ternak.
Hasil pelaksanaan Riset Unggulan Kemitraan:
1. Percobaan optimasi pembuatan cuka apel dengan perlakuan suhu fermentasi dan penambahan jumlah inokulum. Hasil percobaan pada fermentor skala laboratorium menunjukkan bahwa suhu 70 C dengan waktu 10 menitsudah efektif mematikan mikroorganisme dan jumlah inokulum yang efektif digunakan adalah 10%
2. membuat mesin fermentor yang efektif dan efisien untuk skala laboratorium dan industri. Untuk skala laboratorium dibuat dua fermentor dengan ukuran 5 dan 10 L sedang skala industri 300 L. hasil percobaan pada skala industri menunjukkan bahwa dalam fermentasi cuka selama dua minggu dapat dicapai kadar cuka sekitar 3 %, ini berarti dapat mempersingkat waktu fermentasi yang selama ini dilakukan dengan skala kecil (20 L).
3. pasteurisasi yang dilakukan hany sekali mampu meningkatkan kecerahan warna produk, namun hasil ini belum diuji terhadap daya terma konsumen akibat perubahan warna.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Hosted by Edublogs.
Entries RSS Comments RSS Log in