Fermentasi Kombucha
fementasi, kombucha Tagged kombucha Comments OffFermentasi adalah proses yang menyebabkan perubahan kimia dalam komposisi kompleks organik oleh tindakan satu atau lebih enzim yang diproduksi oleh mikroba. Fermentasi Kombucha dilakukan dengan penambahan sebanyak 10% kultur Kombucha pada medium cair yaitu larutan teh manis setelah itu disimpan selama 8-14 hari untuk menghasilkan teh Kombucha yang mempunyai kandungan asam tinggi dan selulosa di permukaan medium cair (Naland, 2004).
Medium cair yang digunakan pada fermentasi Kombucha adalah fermentasi sistem tertutup, karena setelah diinokulasi tidak dilakukan lagi penambahan medium kedalam fermentor, kecuali pemberian oksigen. Pada sistem tertutup ini, dengan semakin lamanya waktu fermentasi, laju pertumbuhan spesifik mikroba semakin menurun sampai pertumbuhan berhenti (Rahman, 1992).
Proses fermentasi dimulai ketika khamir dalam kultur Kombucha mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida, kemudian zat karbon tersebut bereaksi dengan air dalam teh untuk membentuk asam karbonat. Pada saat yang sama bakteri asetat membangun bentuk-bentuk lendir di sekeliling kultur Kombucha. Bakteri ini mengubah gula menjadi selulosa dan menyebabkan membran menutupi kultur Kombucha untuk pertumbuhannya. Pada saat yang sama pula bakteri ini memfermentasi alkohol yang dihasilkan oleh khamir menjadi asam asetat dan asam glukoronat (Frank, 1996)
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fermentasi Kombucha
Proses fermentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain mikroba, medium fermentasi, fermentor, dan kondisi lingkungan. Seleksi terhadap jenis dan jumlah inokulum yang akan menentukan kualitas dan kuantitas hasil fermentasi (Rahman, 1989). Menurut Lapuz, et al (1967) cit Kurniawati (2002) keberhasilan pembentukan selulosa mikroba ditentukan oleh beberapa faktor seperti sumber nutrisi (karbon dan nitrogen), suhu inkubasi, umur kultur, dan jumlah inokulum.
Faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi Kombucha pada limbah cair industri tahu antara lain : nutrisi (penambahan karbon dan nitrogen), medium fermentasi, suhu fermentasi, kultur dan jumlah inokulum, ketersediaan oksigen, cahaya, goncangan terhadap medium fermentasi, adanya kontaminan, dan luas permukaan fermentor (Frank, 1996).
1. Nutrisi
Nutrisi merupakan faktor pembatas pada pertumbuhan mikroba yaitu sejumlah nutrisi yang harus ada dalam medium pertumbuhan dalam jumlah tertentu. Jika faktor pembatas kurang dari yang dibutuhkan dalam pertumbuhan mikroba, maka akan mengganggu proses metabolisme sel (Sa’id, 1998). Menurut Kumalaningsih dan Hidayat (1995), dalam kegiatannya bakteri dan khamir memerlukan penambahan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya, yaitu unsur karbon, nitrogen, fosfor, mineral, dan vitamin.
Nutrisi mempunyai dua fungsi yaitu sebagai sumber energi dan sintesis protoplasma. Klasifikasi nutrisi bagi mikroorganisme adalah senyawa yang dibutuhkan sebagai sumber karbon, sumber nitrogen, faktor tumbuh, dan ion-ion anorganik yang dibutuhkan untuk metabolisme dan pertumbuhan (Alaban, 1962 dan Lapuz, 1967 cit Kurniawati, 2002). Nutrisi yang dibutuhkan pada fermentasi Kombucha pada limbah cair industri tahu adalah sumber karbon dan sumber nitrogen.
2. Medium Fermentasi