limbah tapioka

limbah  Tagged , No Comments »

Limbah padat tapioka yang dihasilkan dari pengolahan ubi kayu merupakan suatu media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme karena memiliki keseimbangan bahan-bahan organik dan anorganik di dalamnya yang merupakan nutrisi bagi pertumbuhan mikroorganisme. Menurut Tjokroadikoesoemo (1986), limbah padat tapioka juga tidak mengandung bahan-bahan beracun bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan jasad renik.

Salah satu alternatif pengolahan limbah padat tapioka adalah dengan menjadikannya sebagai biofertilizer yaitu dengan cara menambahkan Biolink-5. Biolink-5 merupakan kumpulan dari 5 macam mikrorganisme yang berperan dalam pendegradasian bahan organik, yaitu Bakteri Bacillus thuringiensis, Bacillus subtilis, Bacillus megaterium, Lactobacillus plantarum, dan Khamir Saccharomices cerevisiae. Dengan pemanfaatan ini, limbah padat tapioka dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan ekonomis. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi pemanfaatan limbah padat tapioka sebagai biofertilizer

Salah satu teknologi pengolahan dan pemanfaatan limbah yang sederhana, murah dan effektif adalah pengomposan. Menurut Slamet (2000), pengomposan adalah suatu cara untuk mengkonversikan bahan-bahan organik menjadi bahan yang telah dirombak lebih sederhana dengan menggunakan aktifitas mikroorganisme. Proses pengomposan secara alami berlangsung dalam waktu yang cukup lama yaitu 2 – 3 bulan, bahkan 6 – 12 bulan tergantung dari bahannya. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan bantuan penambahan inokulan, sumber nitrogen, dan air.

Pembuatan biofertilizer dari limbah padat tapioka dengan penambahan Biolink-5 yang tepat serta penentuan waktu pengomposan yang benar diharapkan dapat merubah karakteristik limbah padat tapioka yaitu dengan adanya penurunan rasio C/N bahan organik hingga sama dengan C/N tanah yaitu ‹ 20 sehingga dapat digunakan sebagai biofertilizer yang dapat diserap oleh tanaman.

Penggunaan biofertilizer pada tanaman juga perlu di kaji lebih lanjut mengenai dampak yang dihasilkan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan studi mengenai efisiensi dan efektivitas penggunaan biofertilizer dari limbah padat tapioka dengan objek penelitian di daerah Pujon, Malang.

Upaya pemanfaatan limbah padat tapioka, selain merupakan bentuk pengelolaan lingkungan yang inheren dengan kualitas hidup manusia, juga berdampak pada perbaikan kesehatan lingkungan, peningkatan nilai ekonomi, pengurangan konsumsi pupuk kimia, dan peningkatan daya guna limbah padat tapioka.

Pemanfaatan LimbahIndustri kripik Apel Untuk Produksi Cuka Apel

apel, cuka, limbah  Tagged , , No Comments »

Nur Hidayat, Sri maryani dan Gunomo Djojowasito
Laporan RUK Tahun 2004

Pendirian industri berwawsan lingkungan merupakan salah satu alternatif yang harus dilakukan untuk mengurangi biaya operasional dengan cara memanfaatkan limbah yang dihasilkan sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.
PT Agrijaya Indotirta Malang adalah industri yang bergerak dalam bidang pengolahan sayuran dan buah antara lain pisang, apel, nanas. Pengolahan apel menjadi kripik menghasilakn limbah sebesar 2 ton ber hari berupa kulit apel dan bonggolnya. Kulit buah tersebut dibuang atau diambil oleh peternak disekitar untuk makanan ternak.
Hasil pelaksanaan Riset Unggulan Kemitraan:
1. Percobaan optimasi pembuatan cuka apel dengan perlakuan suhu fermentasi dan penambahan jumlah inokulum. Hasil percobaan pada fermentor skala laboratorium menunjukkan bahwa suhu 70 C dengan waktu 10 menitsudah efektif mematikan mikroorganisme dan jumlah inokulum yang efektif digunakan adalah 10%
2. membuat mesin fermentor yang efektif dan efisien untuk skala laboratorium dan industri. Untuk skala laboratorium dibuat dua fermentor dengan ukuran 5 dan 10 L sedang skala industri 300 L. hasil percobaan pada skala industri menunjukkan bahwa dalam fermentasi cuka selama dua minggu dapat dicapai kadar cuka sekitar 3 %, ini berarti dapat mempersingkat waktu fermentasi yang selama ini dilakukan dengan skala kecil (20 L).
3. pasteurisasi yang dilakukan hany sekali mampu meningkatkan kecerahan warna produk, namun hasil ini belum diuji terhadap daya terma konsumen akibat perubahan warna.


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio. Hosted by Edublogs.
Entries RSS Comments RSS Log in